Rabu, 17 Desember 2008

Khusyuk dalam Sholat......

Sering kita dengar banyak orang bertanya-tanya mengenai bagaimana bisa khusyuk dalam sholat?, Bagaimana sholat yang benar ?, dsb...
Sebelum kita jawab masalah ini, perlu kita sepakati dan pahami terlebih dahulu makna
Sholat tersebut.
Sholat dalam dunia thoriqoh bermakna menghadap, berserah diri dan berkomunikasi dengan Gusti ALLAH. Sholat bukan hanya sekedar gerakan atau bahasa tubuh, melainkan juga gerakan atau bahasa bathin kita berkomunikasi dengan ALLAH. Firman ALLAH di dalam Al-Qur'an disebutkan " Laa taqrobus-sholaata wa antum sukaaro " yang artinya : " Janganlah kamu sholat dalam keadaan mabuk ". Dari ayat tersebut dapat diartikan bahwa di dalam sholat kita harus ingat kepada Allah, harus tahu dengan siapa kita berhadap-hadapan, harus mengerti apa yang sedang kita lakukan... dengan mengerti, sadar, memahami, dan mengimplementasikan arti dan makna dari ayat tersebut, maka kita dapat melaksanakan Adabnya Sholat yaitu : " Aqimis-sholaata lidz-dzikri " artinya : "dirikanlah sholat dengan ingat kepada ALLAH (Dzikrullah) ".
Setelah kita pahami beberapa penjelasan di atas, barulah kita menginjak pada bahasan inti mengenai khusyuk dalam sholat.
Di dalam kitab Majmu'atus Syari'at Li Kafiyatul Awam karya Syekh Muhammad Sholeh bin Umar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat - Semarang (seorang waliyullah yang telah banyak menelorkan ulama'-2 dan pejuang-2 besar di tanah jawa , Beliau meninggal tahun 1321 H/1903 M). Untuk mencapai khusyuk dalam sholat, perlu dijalankan dengan serius beberapa langkah sebagai berikut :
  • Niat Sebelum sholat, perbaikilah niat kita terlebih dahulu. Niat yang benar adalah niat yang ikhlas hanya mengharap Ridho ALLAH (illah, lillah, billah, ilalloh, minalloh) -- itulah sejatinya niat.
  • Menjalankan Ruhnya Sholat yaitu :
  1. Hudlurul Qolb (Menghadirkan hati / mengosongkan hati dan pikiran dari selain ALLAH), bayangkan seolah-2 kita berhadap-hadapan dengan Gusti ALLAH
  2. Faham (faham apa yang sedang dilakukan, faham arti dari apa yang sedang diucapkan)
  3. Ta'dzim (menghadap ALLAH dengan penuh rasa ta'dzim melebihi ta'dzimnya kita kepada orang tua / guru)
  4. Haibah/Khauf (menghadirkan rasa takut yang teramat sangat melebihi takutnya terhadap pejabat/penguasa/binatang buas)
  5. Raja' (berharap dengan sepenuh hati dan jiwa atas segala kemurahan ALLAH, atas Ridho ALLAH, atas ampunan ALLAH)
  6. Al-Hayya' / Malu (malu karena banyak dosa, malu karena belum bisa berbakti kepada ALLAH, malu karena belum dapat menetapi adabnya sholat)
Selain langkah-langkah di atas, masih banyak faktor-2 lain yang perlu diperhatikan seperti :
- Sudah benarkah Istinja' / bersuci kita ?
- Sudah sempurnakah Wudlu dan Mandi kita ?
- Sudah luruskah Tauhid kita ?
- dll.

Dengan sebegitu njlimetnya aturan-aturan dan langkah-2 di atas, maka kami sarankan agar didampingi oleh seorang mursyid / guru. Untuk itu belajarlah... perbanyaklah ilmu... dalami syari'at dengan benar agar selamat dunia akhirat.... Belajarlah pada Ulama-2 yang jelas nasab keilmuannya. Demikian tulisan dari kami, apabila ada kesalahan itu murni dari kami, dan apabila ada kebenaran itu mutlak milik Gusti ALLAH.

<<<<<<>>>>>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar